BOGOR, JABARTERKINI.COM – Dalam rangka memperkuat kelembagaan pertanian organik, Program Studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian (PS PPP) Sekolah Vokasi IPB menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kelurahan Mulyaharja. Acara yang diadakan pada Sabtu, 17 Agustus 2024, Pukul
10.00 Wib hingga 12.00 Wib. Bertempat di kediaman Ibu Ani di Jalan Ciharashas-Cibereum, Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan, Kota Bogor, ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Ciharashas.
Kegiatan ini dihadiri oleh 10 orang anggota KWT, perwakilan pemerintah Desa, perwakilan Petugas Penyuluh dan Dosen (Restu Puji Mumpuni, Tri Budiarto, dan Ririh Sekar) serta Asisten Dosen dan Mahasiswa (Revalina Sulaeman dan Fauziah Azzahra) dari Sekolah Vokasi IPB University.
Ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) Sekolah Vokasi IPB dan berfokus pada pengembangan model kelembagaan yang sesuai dengan karakteristik petani organik di wilayah tersebut. Kelurahan Mulyaharja, yang dikenal dengan lahan persawahan dan lahan hijau yang luas, memiliki potensi besar sebagai ikon pariwisata edukasi di Kota Bogor.
KWT Ciharashas, yang berdiri sejak 10 April 2018 dengan 20 anggota, kini berkembang pesat menjadi 34 anggota aktif. Mereka mengelola lahan seluas 800 m² dengan fokus pada budidaya sayuran organik, hidroponik, dan tanaman rimpang. KWT Ciharashas juga aktif berpartisipasi dalam berbagai lomba seperti Bogorku Bersih dan Program Kampung Iklim, serta mendapatkan pelatihan budidaya, akan tetapi kelompok ini masih menghadapi kendala berupa serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua PS PPP Muhammad Iqbal Nurulhaq S.P., M.Si., diikuti oleh sambutan dari perwakilan kelurahan Mulyaharja yakni Taufik selaku Sekretaris Lurah dan Faiz selaku penyuluh pertanian lapangan. Tujuan dari kegiatan diskusi yang dilakukan adalah untuk memperoleh gambaran atau kondisi terkini KWT dan mengidentifikasi permasalahan yang sedang dihadapi oleh kelompok tani. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu oleh Syahayyunur Fitriani dan Galih Surya Aditama selaku Asisten Dosen dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Matriks Perangkingan, merupakan alat untuk mengidentifikasi prioritas kebutuhan yang harus dipenuhi atau diselesaikan terhadap permasalahan yang dihadapi kelompok.
Peserta diskusi, termasuk Ketua KWT Umiyati, Taufik, dan Faiz, berbagi pandangan dan memberikan masukan untuk penguatan kelembagaan pertanian organik. Hasil dari FGD ini diharapkan dapat memberikan pencerahan dan strategi untuk keberlanjutan KWT Ciharashas serta rencana tindak lanjut kegiatan yang bisa dilakukan bersama dengan PS PPP.
Umiyati berharap, Siapa lagi yang akan memajukan kampung kita, sayang perjuangan kita jika berhenti di tengah jalan. Jadi ayo kita semangat mempertahankan dan melanjutkan selagi bisa. Sedangkan para anggota KWT Ciharashas menegaskan komitmen mereka dengan semboyan “Bersama Dengan Satu Hati dan Satu Misi,” serta tekad untuk melestarikan hasil kerja mereka dengan dukungan dari Kelurahan dan Dinas terkait, harapnya.
Dengan kegiatan ini, diharapkan KWT Ciharashas dapat terus berkembang, mengatasi kendala yang ada, dan berkontribusi pada ketahanan pangan serta kesejahteraan komunitas setempat, tutupnya.
author: REV/TRB













