Jabarterkini.com – Harga Solana (SOL) mengalami kejatuhan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir, mencatatkan penurunan hingga 10% pada 18 Februari 2025. Setelah mencapai puncaknya pada 19 Januari 2025 dengan harga $294, saat ini SOL diperdagangkan sekitar $167, menunjukkan penurunan hampir 40% dalam sebulan terakhir.
Beberapa faktor kunci telah berkontribusi terhadap penurunan harga Solana yang tajam ini. Pertama, dalam tiga bulan ke depan, Solana akan melakukan pembukaan lebih dari 15 juta token SOL, yang diperkirakan bernilai sekitar $3 miliar. Pembukaan ini berpotensi menciptakan tekanan jual yang signifikan di pasar, memicu kekhawatiran di kalangan investor. Selain itu, aktivitas di jaringan Solana juga menunjukkan penurunan yang mencolok. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif di Solana turun dari lebih dari 18,5 juta pada akhir Oktober menjadi kurang dari 8,4 juta pada 15 Februari. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya minat investor dan pengguna di platform.
Tak hanya itu, peluncuran memecoin LIBRA yang melibatkan Presiden Argentina, Javier Milei, juga berdampak negatif pada citra Solana. LIBRA mengalami penurunan harga sebesar 83% setelah investor awal menjual kepemilikan mereka, yang menambah ketidakpastian di pasar dan mengurangi kepercayaan investor terhadap proyek berbasis Solana. Di tengah semua ini, persaingan yang meningkat juga menjadi perhatian. Sementara Solana mengalami penurunan, beberapa pesaing seperti BNB Chain justru mencatatkan pertumbuhan, dengan BNB Chain mengalami kenaikan 35% dalam seminggu terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa investor mulai beralih ke platform lain yang dianggap lebih menjanjikan.
Kejatuhan harga ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemegang SOL, terutama menjelang pembukaan token yang besar. Banyak analis memperingatkan bahwa jika tekanan jual terus berlanjut, harga SOL bisa jatuh lebih jauh. Namun, di tengah ketidakpastian ini, beberapa investor tetap optimis bahwa Solana dapat pulih jika aktivitas on-chain dan kepercayaan investor kembali meningkat. Meskipun tantangan yang dihadapi cukup besar, harapan untuk pemulihan tetap ada, tergantung pada bagaimana pasar merespons perkembangan yang akan datang. (ed)













