Jakarta – Ratusan anggota Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) bersama jajaran Pemerintah Kota Jakarta Selatan menggelar aksi susur dan bersih-bersih Sungai Ciliwung, Selasa, (30/09/2025), dalam rangka memperingati Hari Sungai Sedunia dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Pemuda Pancasila.
Kegiatan ini dipusatkan di bantaran Kali Ciliwung, wilayah Tebet, Jakarta Selatan, dan dilakukan serentak di sejumlah titik lain di Jakarta dan Jawa Barat, melibatkan sekitar 1.000 peserta dari lima lokasi, yaitu dua titik di Depok, serta masing-masing satu titik di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.
Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif Pemuda Pancasila dalam menjaga lingkungan. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini membawa pesan kepada masyarakat: Ayo kita jaga sungai kita, kita jaga lingkungan kita, kita jaga tempat tinggal kita. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?” ujar Anwar.
Ketua Panitia OC Musyawarah Besar (Mubes) XI dan HUT ke-66 Pemuda Pancasila, Ir. Piala Simanjuntak, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum Pemuda Pancasila, Yapto Soerjosoemarno, untuk dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperingati momen penting, tetapi juga mengajak masyarakat untuk aktif terlibat dalam menjaga kebersihan sungai yang menjadi sumber kehidupan dan bagian dari ekosistem kota.
“Kegiatan ini mengerahkan sekitar 1.000 orang, dengan rata-rata 250 orang per kota. Ini adalah bagian dari gerakan nasional Pemuda Pancasila untuk menjaga lingkungan,” ungkap Piala.
Ketua Panitia Susur dan Bersih Sungai, Adinda Putri, menambahkan bahwa sampah yang dikumpulkan selama kegiatan dipilah menjadi sampah organik dan non-organik. Sampah dari lokasi Jakarta Selatan akan diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sementara di lokasi lain seperti Pejompongan, sampah akan dikelola melalui sistem bank sampah dan diolah menjadi produk ramah lingkungan seperti paving block dan minyak rumah tangga.
Tak hanya membersihkan sungai lanjut Dinda, peserta juga melakukan penanaman pohon di sepanjang bantaran sungai sebagai upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan.
“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya Sungai Ciliwung yang memiliki peran penting bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya,” pungkasnya.













