Bandung, Jabarterkini.com – Dinamika internal yang terjadi di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Barat dalam beberapa waktu terakhir mulai memantik reaksi dari berbagai elemen dunia usaha. Menanggapi situasi ini, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (ASPEKINDO) Jawa Barat, Yulia Ramalia, S.H., M.H., yang juga merupakan Anggota Luar Biasa KADIN Jawa Barat, menyampaikan pandangan resmi yang menekankan pentingnya stabilitas dan fokus pada agenda ekonomi.
Kepastian Usaha Lebih Penting dari Kegaduhan
Yulia Ramalia menegaskan bahwa kepentingan utama para pelaku usaha adalah terciptanya suasana organisasi yang kondusif, stabil, dan fokus pada pembangunan ekonomi.
“Dunia usaha membutuhkan kepastian, bukan kegaduhan, agar kolaborasi dan program kerja dapat berjalan dengan efektif. Karena itu, menjaga ketenangan internal KADIN merupakan kepentingan bersama,” ujar Yulia di Bandung, Jum’at (21/11).
Menurutnya, KADIN sebagai representasi dunia usaha di Jawa Barat memegang peranan krusial dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, menjaga marwah dan stabilitas organisasi adalah prioritas utama.
Dukungan pada Proses Formal & Kepengurusan Sah
Terkait proses kepengurusan yang sedang berjalan, Yulia Ramalia menyatakan bahwa ASPEKINDO Jawa Barat menghormati setiap mekanisme organisasi yang telah ditempuh. Ia menekankan bahwa tahapan formatur dan proses yang ada memiliki landasan formal yang diatur dalam AD/ART KADIN.
“Hingga adanya keputusan resmi dari KADIN Indonesia sebagai otoritas tertinggi, struktur kepengurusan yang bekerja saat ini tetap memiliki dasar administratif untuk menjalankan roda organisasi. Kejelasan ini penting bagi kesinambungan aktivitas dunia usaha di Jawa Barat,” tegasnya.
Pertanyakan Keterlibatan Pihak Luar
Dalam keterangannya, Yulia Ramalia juga menyinggung aksi-aksi yang muncul di luar jalur organisasi. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah masukan dari anggota yang mempertanyakan keterkaitan langsung seluruh pihak yang terlibat dengan KADIN.
“Dugaan-dugaan ini muncul bukan untuk menyudutkan siapa pun, tetapi semata karena pentingnya memastikan bahwa suara yang berkembang benar-benar mencerminkan aspirasi dunia usaha,” jelasnya, mengisyaratkan perlunya verifikasi terhadap elemen-elemen yang menciptakan kegaduhan.
Ajakan untuk Menahan Diri
Menutup pandangannya, ASPEKINDO Jawa Barat mengajak seluruh pihak yang berdinamika di lingkungan KADIN untuk menahan diri, mengedepankan komunikasi yang sehat, dan menghormati setiap proses formal yang tengah berjalan.
ASPEKINDO Jawa Barat berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya suasana yang konstruktif dan memastikan organisasi tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku. Pihaknya percaya bahwa keputusan final dari KADIN Indonesia akan membawa kejelasan dan kepastian bagi seluruh anggota dan dunia usaha di Jawa Barat.(DN)













