Korps Alumni KNPI Jabar Gandeng Askrida Perkuat Edukasi Antikorupsi
Jabarterkini.com, Bandung – PT Asuransi Bangun Askrida menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi melalui partisipasi dalam seminar antikorupsi yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Korps Alumni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Jawa Barat di Gedung Merdeka, kemarin.
Seminar bertema ‘Membangun Spirit Masyarakat dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di Jawa Barat’ tersebut melibatkan unsur pemuda, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah dan sektor swasta.
Kepala Cabang Askrida Bandung, Yopi Rahadian, mengatakan kehadiran Askrida merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan antikorupsi di daerah.
“Sebagai bagian dari BUMD di Jawa Barat, Askrida mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi melalui partisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya.
“Saya mengapresiasi inisiatif DPD Korps Alumni KNPI Jawa Barat yang melibatkan berbagai elemen dalam membangun kesadaran kolektif terkait pentingnya integritas dan transparansi,” sambung Yopi.
Sementara itu, Ketua DPD Korps Alumni KNPI Jawa Barat, Dian Rahadian, menekankan pentingnya peran pemuda dalam membangun budaya antikorupsi.
Menurut dia, korupsi bukan hanya persoalan hukum.
“Tetapi juga menyangkut aspek moral dan budaya, sehingga diperlukan keterlibatan aktif generasi muda dalam menanamkan nilai kejujuran di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan publik dalam menekan praktik korupsi. Khususnya melalui sinergi antara masyarakat, pemuda, pemerintah, dan sektor swasta.
“Melalui kegiatan tersebut, KNPI Jawa Barat mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Askrida dan Bank BJB, guna memperkuat gerakan antikorupsi di daerah,” ucap Dian.
Selain itu, menurutnya kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong pembentukan wadah pelaporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana korupsi.
“Berharap nantinya dapat diteruskan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi,” ucap Dian.
Pelaksanaan seminar di kawasan bersejarah Bandung itu juga mengangkat semangat kolaborasi yang terinspirasi dari Konferensi Asia Afrika 1955 sebagai simbol kerja sama lintas elemen dalam menghadapi tantangan bersama, termasuk korupsi.













