Daerah

GPII Bogor Kritik Realisasi Anggaran Pergantian Huruf Gelora Pakansari Hampir Rp1 Miliar

×

GPII Bogor Kritik Realisasi Anggaran Pergantian Huruf Gelora Pakansari Hampir Rp1 Miliar

Sebarkan artikel ini

BOGOR – GPII Bogor mengkritik realisasi anggaran pergantian huruf kawasan Gelora Pakansari yang mencapai hampir Rp1 miliar. Anggaran tersebut dinilai tidak mendesak dan berpotensi menjadi pemborosan APBD di tengah semangat efisiensi belanja pemerintah.

Diketahui, pekerjaan tersebut tercatat sebagai Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor – Perabot Kantor (Pergantian Huruf Stadion Pakansari) pada sub kegiatan pemeliharaan dan rehabilitasi sarana prasarana gedung atau bangunan lainnya dengan nilai realisasi sebesar Rp998.909.407.

Penyedia dalam pekerjaan tersebut tercatat atas nama DINAMIKA BANGUN MANDIRI.
Sekretaris GPII Bogor, Ardi Yansah, menilai realisasi anggaran hampir Rp1 miliar untuk pergantian huruf stadion patut dipertanyakan dari sisi prioritas maupun manfaat langsung kepada masyarakat.

“Boleh saja mempercantik fasilitas, tetapi jika anggarannya hampir Rp1 miliar hanya untuk pergantian huruf, tentu publik berhak mempertanyakan apakah pengeluaran sebesar itu masih wajar,” ujar Ardi, Jumat (9/5/2026).

Menurutnya, di tengah kondisi banyaknya kebutuhan masyarakat dan sarana olahraga yang masih membutuhkan perhatian, penggunaan APBD seharusnya lebih diarahkan pada program yang benar-benar berdampak langsung.

“Masih banyak fasilitas olahraga yang perlu diperbaiki, pembinaan atlet yang membutuhkan dukungan, serta kebutuhan kepemudaan lainnya. Jangan sampai anggaran daerah habis untuk proyek simbolik yang manfaatnya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Ardi juga menilai realisasi anggaran tersebut tidak sejalan dengan semangat efisiensi yang terus digaungkan pemerintah.

“Semangat efisiensi jangan hanya jadi slogan. Penggunaan anggaran harus benar-benar mempertimbangkan skala prioritas dan manfaat nyata,” lanjutnya.

GPII Bogor meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi terkait melakukan audit terhadap kewajaran nilai anggaran proyek tersebut guna memastikan tidak terjadi pemborosan uang rakyat.

“Kami meminta audit dilakukan secara terbuka dan menyeluruh agar masyarakat mengetahui sejauh mana kewajaran penggunaan anggaran tersebut,” tegasnya.

GPII Bogor menegaskan akan terus mengawal penggunaan APBD agar tetap transparan, efektif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *