Penulis : M Rafqi Syafrial (Mahasiswa Prodi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB)
Gunawan Aji Prasetyo adalah sosok yang memiliki beragam bakat dan prestasi yang dimilikinya. Dilahirkan pada tanggal 19 Februari 2002 di Ngawi, Jawa Timur, Gunawan tumbuh dalam lingkungan yang memupuk rasa ingin tahu dan semangat untuk berkembang. Sejak kecil, dia telah menunjukkan minat yang kuat dalam dunia seni, membaca, menulis, dan berbagai aktivitas kreatif lainnya. Bakat seninya terwujud dalam berbagai kegiatan seperti melukis, musik, dan menyanyi di berbagai acara di lingkungan IPB University
Perjalanan pendidikan Gunawan juga mencerminkan dedikasi dan komitmen yang tinggi. Selama 12 tahun, dia menempuh pendidikan di Ngawi, dari SDN Kedungprahu hingga SMA di MAN 1 Ngawi. Meskipun tidak memiliki banyak prestasi di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama, Gunawan mampu melompat lebih tinggi di bangku SMA. Dia meraih banyak prestasi, salah satunya meraih juara pertama dalam kompetisi film pendek nasional 2018 dan 2019. Selain itu, Gunawan memutuskan untuk aktif di organisasi SMA dan memutuskan mengikuti OSIS hingga mendapat posisi sebagai ketua OSIS dan ketua Paskibra. Mulai dari SMA, Gunawan menunjukkan bakat kepemimpinan yang luar biasa.
*Kisah dibalik Seorang Presiden Mahasiswa*
Setelah lulus SMA, Gunawan melanjutkan pendidikannya di IPB University melalui jalur ketos atau ketua osis. Memasuki perkuliahan, ia awalnya tidak tertarik untuk aktif dalam organisasi. Namun setelah 5 bulan berkuliah ia merasa bahwa ini bukan dirinya yang sesungguhnya dan akhirnya ia memutuskan untuk terlibat aktif dalam organisasi.
Keaktifannya di mulai pada tahun pertama dengan mengikuti “Panti Goceng” dan menjabat sebagai divisi Public Relation subdivisi Sponsorship. Panti goceng merupakan sebuah organisasi yang peduli terhadap panti dalam gerakan #Cukupgoceng. Selain itu, ia juga bergabung dalam API (Akademi Pergerakan Institut Pertanian Bogor) Angkatan 4.
Dedikasi dan semangatnya tidak berhenti sampai di sana, di tahun ke-2 ia semakin aktif mengikuti kegiatan dan organisasi kampus. Gunawan menjadi ketua Departemen Sosial Lingkungan dan membuat program-program baru seperti “Dialog Hijau” tentang energi terbarukan. Gunawan perlahan beranjak dari ketua Departemen Sosial dan Lingkungan menjadi ketua BEM Fakultas Peternakan. Perjalanan ia menjadi seorang Presiden Mahasiswa BEM Fakultas Peternakan melewati banyak tantangan. Ia berkali-kali merasa direndahkan dan dicaci maki, tetapi hal tersebut tidak menghalangi semangatnya. Dia memiliki prinsip yang berpegang teguh pada perkataan sutan syahrir “Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan dimenangkan”. Oleh karena itu, ia belajar untuk tetap teguh pada prinsipnya dan mencari dukungan dari sumber-sumber yang positif, seperti rumah kepemimpinan dan dukungan dari rekan-rekannya. Ia tetap mengikuti alur pencalonan hingga akhirnya terpilih dan memperoleh 70% suara yang membuatnya memenangkan pemira.
Pada masa jabatannya, ia berhasil mengubah susunan struktural biro dan departemen dan bertanggung jawab atas 7 Departemen dan 3 Biro dengan 100 fungsionaris BEM di dalamnya. Selain itu, ia juga berhasil membangun kolaborasi secara internasional dengan Hangari Korea untuk mengadakan festival Korea pertama di kampus. Pada tahun ke-3 ia melakukan rebranding Departemen Kesejahteraan Mahasiswa menjadi Departemen Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa. Hal itu dibentuk untuk menambah fungsionalitas serta tupoksi dari departemen tersebut karena saat itu sedang menangani kasus pelecehan seksual dalam lingkungan Fakultas Peternakan.
Namun, ia tidak berhenti sampai di sana. Ia sadar bahwa BEM KM memiliki peran vital dan harus ada yang bisa membersamai teman-teman mahasiswa. Oleh karena itu, ia memiliki ambisi untuk menjadi seorang Presiden Mahasiswa. Ia memulai jabatannya dengan membentuk Timsus Pergerakan (Tim Khusus) yang berperan sebagai wadah koordinasi pergerakkan KM IPB serta merespon situasi dan merencanakan pergerakan di setiap wilayah IPB untuk keberlangsungan pergerakkan mahasiswa KM IPB. Tim yang dibentuk terbukti dapat menyelesaikan masalah dinamika UKT yang dialami mahasiswa Sekolah Vokasi IPB.
*Prinsip dan Motivasi Seorang Presiden Mahasiswa*
Mengikuti organisasi membuatnya memiliki banyak pengalaman. Menurutnya, dengan berorganisasi kita dapat bermanfaat dan menolong banyak orang. Walaupun melewati banyak tantangan serta rintangan, ia memiliki prinsip “Keberhasilan atau kesuksesan bukan semata-mata memiliki materi atau jabatan yang tinggi atau memiliki status sosial yang tinggi, tapi kesuksesan adalah ketika kita merasa cukup dengan apa yang kita miliki dan keseimbangan hidup menuju kehidupan selanjutnya (akhirat) serta bermanfaat bagi orang lain.”
Sosok pemimpin mahasiswa KM IPB berpesan kepada seluruh mahasiswa bahwa menjadi seorang mahasiswa adalah anugrah. Oleh karena itu, manfaatkanlah peran kalian sebagai mahasiswa dengan menjadi mahasiswa yang aktif baik melalui kegiatan akademik maupun non akademik karena apa yang kita lakukan selama menjadi mahasiswa akan menentukan kita di masa depan. “Jangan berhenti untuk berbuat lebih demi diri sendiri, jangan pernah merasa cukup untuk ilmu yang didapatkan, jangan pernah merasa cukup untuk menolong orang “Manfaatkanlah peluang kalian sebagai mahasiswa” serta ia juga berpesan bahwa “Jangan pernah menyerah, carilah wadah dimana kalian merasa bahwa kalian dihargai dan didukung dalam hal apapun, karena secara tidak langsung itu yang membuat diri kalian kuat dan terus berjuang”.
Dengan semangatnya yang tak kenal lelah serta komitmen yang tinggi untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya, Gunawan Aji Prasetyo adalah contoh nyata dari seorang pemimpin yang inspiratif dan berdedikasi. Dengan bakat, keterampilan kepemimpinan, dan semangatnya yang tidak pernah
padam, dia telah menjadi teladan bagi banyak orang, tidak hanya di lingkungan kampusnya tetapi juga di masyarakat luas.













