DaerahJawa BaratNasional

Pelaku Usaha Jawa Barat Kecam Aksi Demo di Gedung Kadin: Perilaku yang Hanya Akan Merusak Citra Pengusaha

×

Pelaku Usaha Jawa Barat Kecam Aksi Demo di Gedung Kadin: Perilaku yang Hanya Akan Merusak Citra Pengusaha

Sebarkan artikel ini
Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jawa Barat, Ian Syarif.

Bandung, Jabarterkini.com – Aksi demonstrasi yang digelar di Menara Kadin Jawa Barat hari ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai kalangan pelaku usaha.

Salah satu suara paling tegas datang dari Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jawa Barat, Ian Syarif yang menilai aksi tersebut sebagai tindakan tidak bertanggung jawab dan berpotensi merusak citra dunia usaha di Jawa Barat.

Ian Syarif menyatakan bahwa ada pihak-pihak yang dengan sengaja ingin menciptakan kegaduhan dan suasana tidak kondusif.

“Jika tindakan seperti ini terus dibiarkan, iklim investasi bisa terganggu, bahkan rusak. Yang lebih mengkhawatirkan, akan muncul stigma negatif bahwa pengusaha di Jawa Barat gemar membuat keributan. Padahal selama ini pengusaha Jawa Barat dikenal kompak, kreatif, dan punya etika. Aksi seperti ini sama sekali bukan cerminan perilaku pengusaha sejati,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa dunia usaha seharusnya menjadi motor penggerak yang mendukung pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi, bukan malah menciptakan drama dan konflik yang tidak perlu.

Tokoh pengusaha tersebut juga menegaskan bahwa dinamika organisasi Kadin Jawa Barat telah selesai secara sah dan terang benderang.

“Semua proses organisasi telah tuntas pada Muprov VIII Kadin Jawa Barat di Bogor, 24 September 2025 lalu. Dalam forum yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Almer Faiq Rusydi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Kadin Jawa Barat Periode 2025–2030. Keputusan ini final, jelas, dan punya legitimasi penuh,” ujarnya.

Ian juga meragukan identitas kelompok yang melakukan aksi hari ini.

“Jika mereka benar pengusaha, seharusnya mereka tahu etika. Pengusaha tidak bergerak dengan cara-cara provokatif seperti ini. Model seperti itu bukan budaya kami, bukan budaya pengusaha Jawa Barat,” katanya dengan nada kecewa.

Ia menutup pernyataannya dengan penegasan keras:

“Dinamika internal Kadin sudah lama selesai. Sekarang waktunya bekerja, mendukung pemerintah, dan memperkuat perekonomian. Bukan mengaduk-aduk suasana dan membuat drama yang merusak citra dunia usaha. Kalau masih terus begini, kita patut bertanya: apakah mereka benar-benar pengusaha?”(DN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *