BeritaJawa BaratPendidikan

Satu Dekade ISMA Dian Didaktika: Menteri Kebudayaan Minta Pelajar Ceritakan Indonesia ke Dunia

×

Satu Dekade ISMA Dian Didaktika: Menteri Kebudayaan Minta Pelajar Ceritakan Indonesia ke Dunia

Sebarkan artikel ini
Dian Didaktika
Penandatanganan Prasasti sebagai simbol peringatan satu dekade perjalanan ISMA oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. (Foto: Dokumentasi)

DEPOK – Menandai perjalanan satu dekade Indonesian Students Movie Awards (ISMA), Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meminta para pelajar untuk aktif merekam kekayaan budaya dan menceritakan Indonesia kepada dunia melalui media film. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak penganugerahan ISMA Vol. 10 yang diselenggarakan oleh SMA Islam Dian Didaktika di Depok, Jawa Barat, Senin (24/8/2026).

Ajang ISMA sendiri merupakan festival film pendek tingkat pelajar skala nasional yang diinisiasi oleh SMA Islam Dian Didaktika di bawah naungan Lembaga Seni Budaya Yayasan Dian Didaktika sejak tahun 2016. Memasuki penyelenggaraan ke-10, ISMA Vol. X yang mengusung tema “Depth of Potential” berhasil menghimpun 186 karya pelajar dari 20 provinsi seluruh Indonesia. Seluruh rangkaian ajang ini turut didukung penuh oleh Dana Indonesia Raya sebagai wujud dukungan pendanaan oleh negara dalam memfasilitasi ekspresi budaya generasi muda.

Suasana penganugerahan berlangsung hangat dan meriah dengan suguhan beragam penampilan karya seni kreatif dari para siswa SMA Islam Dian Didaktika. Dalam momen istimewa tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga menandatangani prasasti sebagai simbol peringatan satu dekade perjalanan ISMA dalam merawat dan menumbuhkan talenta sineas muda Indonesia.

Dalam arahannya di hadapan para siswa, guru, dan tamu undangan, Fadli Zon menyampaikan bahwa film bukan sekadar karya visual, melainkan media efektif untuk merekam sejarah, menyampaikan gagasan, serta memperkuat identitas bangsa. Beliau menekankan agar generasi muda ditempatkan sebagai pelaku aktif dan pencinta kebudayaan, bukan sekadar penonton.

Lebih lanjut, beliau mengulas arti tema “Depth of Potential” yang bermakna ganda: kedalaman potensi kreatif generasi muda serta melimpahnya potensi cerita warisan budaya Indonesia. Mengutip amanah UUD 1945 Pasal 32 Ayat 1 tentang kewajiban negara memajukan kebudayaan nasional, beliau menyoroti posisi Indonesia sebagai kekuatan megadiversity kebudayaan dunia. Oleh karena itu, beliau mendorong para pelajar untuk memanfaatkan media audiovisual dalam mendokumentasikan kekayaan warisan budaya, situs cagar budaya, dan tradisi lokal daerah masing-masing.

Sebagai pesan penutup bagi para sineas muda Indonesia, Fadli Zon memberikan dorongan moral agar para pelajar terus menggali potensi dan membagikan kisah Indonesia ke panggung internasional:
“Film memiliki kekuatan untuk merekam ingatan, menyampaikan gagasan, memperkenalkan identitas, serta menghadirkan beragam ekspresi dan pengalaman masyarakat Indonesia. Gali potensi kalian, temukan perspektif, dan ceritakan Indonesia kepada dunia.” – Fadli Zon, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.

Kesuksesan menghimpun ratusan karya film pelajar dari berbagai pelosok daerah ini tak lepas dari sinergi kuat ekosistem pendidikan, mulai dari keberanian ide kritis para siswa, bimbingan guru di sekolah, hingga dukungan penuh dari para orang tua.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Yayasan Dian Didaktika, Prabawati, menegaskan komitmen keberlanjutan wadah ini. Beliau menyoroti perjalanan satu dekade ISMA yang telah sukses mengumpulkan lebih dari 1.000 karya film pelajar sejak pertama kali digelar pada 2016.

“Talenta muda membutuhkan ruang, kesempatan, kepercayaan, dan pendampingan agar dapat berkembang secara optimal. ISMA telah menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar, berekspresi, dan berkarya melalui film selama satu dekade sejak 2016,” ungkap Prabawati.

Puncak perhelatan ISMA Vol. 10 di Depok tersebut diakhiri dengan penyerahan piala Garuda Award bagi karya-karya film pelajar terbaik dari kategori Fiksi, Dokumenter, dan Animasi. Awarding ISMA ini tak hanya menjadi ajang penganugerahan, tetapi juga menjadi pijakan penting dalam mencetak generasi baru sineas muda yang siap membawa identitas dan kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *