Ketum Presidium Bogor Timur Tagih Janji KDM Realisasikan Jalur Puncak Dua
Jabarterkini.com, BOGOR – Ketua Umum Presidium Bogor Timur, Alhafiz Rana, mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera merealisasikan pembangunan Jalur Puncak Dua yang sebelumnya telah disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.
Menurut Alhafiz Rana, masyarakat Bogor khususnya wilayah Bogor Timur menaruh harapan besar terhadap proyek tersebut karena dinilai sangat penting untuk mengurai kemacetan sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan timur Kabupaten Bogor hingga jalur wisata Puncak.
“Dalam hal ini tentunya kami masyarakat Bogor menuntut komitmen Gubernur Jawa Barat, Pak Dedi Mulyadi, terkait penganggaran Rp800 miliar untuk Jalur Puncak Dua agar benar-benar direalisasikan pada tahun 2026. Kami yakin dan percaya KDM tidak akan mengingkari janjinya,” ujarnya di Cibinong, Senin (25/5).
Alhafiz Rana mengatakan, pernyataan KDM terkait penganggaran Jalur Puncak Dua sebelumnya telah memberikan harapan besar kepada masyarakat yang selama ini menunggu kepastian pembangunan akses alternatif tersebut.
“KDM sudah memberikan statement bahwa Jalur Puncak Dua telah dianggarkan dan akan dilaksanakan. Jadi masyarakat tentu menagih realisasinya karena jalur ini sangat dibutuhkan,” ucapnya.
“Selain untuk mengurai kemacetan, pembangunan Jalur Puncak Dua juga diyakini mampu mempercepat proses pembangunan dan pemerataan ekonomi di wilayah Bogor Timur dan sekitarnya,” sambung Alhafiz.
Alhafiz juga meminta agar tidak ada hambatan birokrasi dalam pelaksanaan program tersebut, termasuk koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan instansi teknis seperti Kementerian PUPR.
“Jangan sampai persoalan teknis dijadikan alasan. Jika memang ada komitmen yang kuat dari pemerintah, maka PUPR tentu harus mendukung program tersebut karena ini merupakan program prioritas KDM. Kami berharap ada kesepahaman antara KDM dan PUPR agar pembangunan Jalur Puncak Dua bisa segera direalisasikan,” tegasnya.
Terakhir, ia menjelaskan masyarakat Bogor akan terus mengawal komitmen pembangunan tersebut karena Jalur Puncak Dua dinilai menjadi kebutuhan mendesak demi menunjang mobilitas masyarakat dan pertumbuhan wilayah di masa mendatang.













